Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di rumah merupakan salah satu alternatif solusi yang ramah lingkungan dan ekonomis untuk menghasilkan listrik. PLTS Atap memanfaatkan cahaya matahari yang kemudian diubah menjadi energi listrik melalui panel surya yang dipasang di atap rumah. Selain memberikan manfaat lingkungan, penggunaan PLTS Atap juga dapat mengurangi tagihan listrik rumah tangga, serta memberikan nilai tambah pada properti.
Namun, sebelum memutuskan untuk memasang PLTS Atap, penting untuk mengetahui beberapa aspek terkait biaya pemasangan, komponen yang terlibat, serta pertimbangan teknis lainnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mengenai biaya pemasangan PLTS Atap di rumah, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi biaya tersebut.
Table of Contents
Toggle1. Komponen Utama PLTS Atap
Sebelum membahas biaya pemasangan, perlu diketahui bahwa sistem PLTS Atap terdiri dari beberapa komponen utama, yaitu:
- Panel Surya: Panel ini berfungsi untuk menyerap energi dari cahaya matahari dan mengubahnya menjadi listrik searah (DC).
- Inverter: Alat ini berfungsi untuk mengubah listrik searah (DC) yang dihasilkan oleh panel surya menjadi listrik bolak-balik (AC) yang dapat digunakan oleh peralatan rumah tangga.
- Rangka Penyangga (Mounting System): Rangka ini digunakan untuk memasang panel surya pada atap rumah agar panel tetap stabil dan aman.
- Baterai (Opsional): Beberapa sistem PLTS Atap dilengkapi dengan baterai untuk menyimpan listrik yang dihasilkan, sehingga bisa digunakan saat cuaca mendung atau malam hari.
- Kabel dan Sistem Distribusi: Kabel digunakan untuk menghubungkan panel surya dengan inverter, serta mengalirkan listrik ke rumah.
Semua komponen tersebut mempengaruhi biaya total pemasangan PLTS Atap. Oleh karena itu, penting untuk memilih sistem yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas listrik yang dibutuhkan di rumah.
2. Estimasi Biaya Pemasangan PLTS Atap
Biaya pemasangan PLTS Atap di rumah dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, antara lain kapasitas sistem yang dipilih, merek dan kualitas komponen, lokasi rumah, serta penyedia layanan pemasangan. Secara umum, biaya pemasangan PLTS Atap bisa berkisar antara Rp 10.000.000 hingga Rp 50.000.000 atau bahkan lebih, tergantung pada kapasitas dan jenis sistem yang dipasang.
a. Biaya Berdasarkan Kapasitas Sistem
Kapasitas sistem PLTS Atap biasanya dihitung dalam satuan kilowatt peak (kWp) yang menggambarkan daya maksimum yang dapat dihasilkan oleh panel surya dalam kondisi sinar matahari optimal. Di Indonesia, untuk rumah tangga, kapasitas yang paling umum adalah antara 1 kWp hingga 5 kWp, dengan estimasi biaya sebagai berikut:
- Sistem 1 kWp: Biaya pemasangan sekitar Rp 10.000.000 hingga Rp 15.000.000.
- Sistem 3 kWp: Biaya pemasangan sekitar Rp 25.000.000 hingga Rp 35.000.000.
- Sistem 5 kWp: Biaya pemasangan sekitar Rp 40.000.000 hingga Rp 50.000.000.
b. Biaya Berdasarkan Komponen yang Digunakan
Komponen yang digunakan untuk sistem PLTS Atap, seperti panel surya dan inverter, mempengaruhi biaya secara signifikan. Panel surya dengan kualitas tinggi, misalnya merek LG, REC, atau Canadian Solar, cenderung memiliki harga yang lebih mahal, tetapi daya tahannya lebih lama dan efisiensi energi lebih tinggi. Demikian pula, inverter yang lebih canggih dan memiliki kapasitas lebih besar akan mempengaruhi harga total.
Sebagai gambaran umum, harga panel surya bisa berkisar antara Rp 4.000.000 hingga Rp 7.000.000 per kWp, sedangkan inverter dapat dihargai antara Rp 5.000.000 hingga Rp 10.000.000 untuk kapasitas 3 kWp.
c. Biaya Instalasi dan Pemasangan
Selain harga komponen, biaya instalasi juga perlu dipertimbangkan. Biaya pemasangan dapat meliputi tenaga kerja untuk pemasangan sistem, biaya pengecekan teknis, serta biaya pengujian sistem setelah pemasangan. Umumnya, biaya instalasi berkisar antara Rp 2.000.000 hingga Rp 5.000.000 tergantung pada kompleksitas pemasangan dan lokasi rumah.
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Biaya Pemasangan
Selain kapasitas sistem dan kualitas komponen, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi biaya pemasangan PLTS Atap, antara lain:
a. Lokasi dan Arah Pemasangan
Pemasangan panel surya harus memperhatikan faktor lokasi dan arah atap rumah. Jika atap rumah memiliki kemiringan yang ideal dan menghadap ke arah matahari (utara untuk wilayah Indonesia bagian selatan atau selatan untuk wilayah Indonesia bagian utara), maka efisiensi pembangkit akan lebih optimal. Jika atap rumah tidak ideal, mungkin perlu dilakukan modifikasi atau tambahan biaya untuk penyesuaian.
b. Penyedia Layanan
Biaya juga bervariasi tergantung pada penyedia layanan atau perusahaan yang melakukan pemasangan. Beberapa perusahaan mungkin menawarkan harga lebih rendah dengan menggunakan komponen standar, sementara perusahaan lain dengan layanan lebih premium dan komponen berkualitas tinggi bisa menawarkan harga yang lebih tinggi. Oleh karena itu, pastikan untuk membandingkan beberapa penyedia sebelum memutuskan.
c. Kebijakan Subsidi atau Insentif Pemerintah
Pemerintah Indonesia telah memberikan beberapa insentif dan kebijakan yang mendukung penggunaan energi terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Salah satunya adalah adanya program net metering, di mana pemilik PLTS Atap bisa menjual kelebihan listrik yang dihasilkan ke PLN. Ini bisa mengurangi biaya investasi dan memberikan potensi pendapatan tambahan. Beberapa daerah juga memberikan subsidi atau potongan harga untuk pemasangan PLTS Atap.
4. Manfaat dan Pengembalian Investasi (ROI)
Walaupun biaya awal pemasangan PLTS Atap relatif tinggi, investasi ini memiliki keuntungan jangka panjang yang bisa mengimbangi biaya tersebut. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain:
- Penghematan Tagihan Listrik: Dengan menghasilkan listrik sendiri, Anda dapat mengurangi ketergantungan pada listrik dari PLN, yang bisa menghemat tagihan listrik bulanan.
- Pengembalian Investasi (ROI): Dengan estimasi penghematan sekitar Rp 1.000.000 hingga Rp 3.000.000 per bulan (tergantung pada kapasitas sistem), Anda bisa memperoleh pengembalian investasi dalam waktu 5 hingga 8 tahun.
- Kenaikan Nilai Properti: Rumah dengan sistem PLTS Atap biasanya memiliki nilai jual yang lebih tinggi karena dinilai lebih ramah lingkungan dan efisien energi.
5. Kesimpulan
Biaya pemasangan PLTS Atap di rumah tergantung pada beberapa faktor, termasuk kapasitas sistem, jenis komponen yang digunakan, biaya instalasi, serta faktor lokasi dan penyedia layanan. Secara umum, biaya untuk pemasangan sistem PLTS Atap dapat berkisar antara Rp 10.000.000 hingga Rp 50.000.000. Meskipun biaya awal cukup tinggi, investasi ini dapat memberikan penghematan jangka panjang dan nilai tambah bagi rumah Anda, terutama dengan adanya insentif atau kebijakan net metering dari pemerintah.



