Pemasangan PLTS Atap (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di rumah merupakan salah satu solusi energi terbarukan yang semakin populer di Indonesia. Selain mengurangi ketergantungan pada listrik PLN, penggunaan PLTS Atap juga dapat membantu mengurangi tagihan listrik rumah tangga, serta memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan. Namun, sebelum memutuskan untuk memasang PLTS Atap, penting untuk mengetahui biaya pemasangannya, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Table of Contents
Toggle1. Apa Itu PLTS Atap?
PLTS Atap adalah sistem pembangkit listrik tenaga surya yang dipasang pada atap rumah atau bangunan untuk mengubah sinar matahari menjadi energi listrik. Sistem ini terdiri dari panel surya, inverter, batere cadangan (jika diperlukan), serta perangkat pendukung lainnya yang memungkinkan listrik yang dihasilkan dapat digunakan langsung atau disimpan untuk digunakan di waktu lain.
Pemasangan PLTS Atap merupakan investasi jangka panjang, karena meskipun biaya awal pemasangan cenderung tinggi, manfaat yang diperoleh dapat berlangsung bertahun-tahun dan mengurangi pengeluaran listrik bulanan.
2. Faktor yang Mempengaruhi Biaya Pemasangan PLTS Atap
Biaya pemasangan PLTS Atap di rumah tidaklah tetap dan dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, antara lain:
a. Kapasitas Sistem PLTS
Kapasitas sistem PLTS mengacu pada jumlah daya listrik yang dihasilkan oleh panel surya. Kapasitas ini biasanya diukur dalam satuan watt peak (Wp) atau kilowatt peak (kWp). Semakin besar kapasitas sistem, semakin banyak panel surya yang diperlukan, sehingga biaya pemasangannya juga akan lebih tinggi.
Sebagai contoh:
- Untuk rumah dengan konsumsi listrik sekitar 900-1300 kWh per bulan, kapasitas PLTS yang dibutuhkan biasanya antara 2 kWp hingga 3 kWp.
- Untuk rumah dengan konsumsi listrik yang lebih tinggi, seperti rumah dengan penggunaan listrik lebih dari 2000 kWh per bulan, kapasitas yang diperlukan bisa mencapai 5 kWp atau lebih.
b. Jenis dan Kualitas Panel Surya
Terdapat berbagai jenis panel surya yang tersedia di pasaran dengan kualitas dan harga yang bervariasi. Beberapa merek panel surya yang terkenal di Indonesia antara lain JA Solar, Trina Solar, LONGi, dan Canadian Solar. Panel surya dengan efisiensi tinggi cenderung memiliki harga lebih mahal, namun daya tahan dan kinerja sistemnya lebih baik dalam jangka panjang.
c. Biaya Pemasangan dan Instalasi
Biaya untuk pemasangan dan instalasi PLTS Atap juga perlu diperhitungkan. Pemasangan PLTS melibatkan tenaga ahli yang dapat merancang sistem, memasang panel surya, inverter, serta memastikannya berfungsi dengan baik. Biaya ini bervariasi tergantung pada kompleksitas pemasangan, ukuran rumah, dan lokasi rumah (misalnya apakah rumah berada di area yang sulit dijangkau atau tidak).
d. Lokasi dan Aksesibilitas
Lokasi rumah juga mempengaruhi biaya pemasangan. Jika rumah berada di daerah yang terpencil atau susah dijangkau, biaya pengiriman material dan pemasangan bisa lebih tinggi. Selain itu, kondisi atap rumah juga perlu dipertimbangkan. Jika atap rumah tidak rata atau membutuhkan struktur khusus untuk mendukung panel surya, biaya tambahan untuk perbaikan atau penyesuaian struktur atap juga bisa dikenakan.
e. Dukungan Teknologi dan Garansi
Beberapa penyedia jasa instalasi PLTS Atap menawarkan paket dengan dukungan teknologi terbaru serta garansi yang lebih panjang, yang bisa meningkatkan biaya pemasangan. Sistem pemantauan untuk memantau kinerja PLTS secara online juga bisa ditambahkan, meskipun ini bisa menjadi tambahan biaya.
3. Rincian Biaya Pemasangan PLTS Atap
Secara umum, biaya pemasangan PLTS Atap di Indonesia berkisar antara Rp 15 juta hingga Rp 80 juta tergantung pada kapasitas sistem dan faktor-faktor di atas. Berikut adalah perkiraan biaya berdasarkan kapasitas daya yang dipasang:
2 kWp: Biaya pemasangan untuk sistem PLTS dengan kapasitas 2 kWp biasanya sekitar Rp 20 juta hingga Rp 35 juta. Ini cocok untuk rumah dengan konsumsi listrik sekitar 300-500 kWh per bulan.
3 kWp: Untuk kapasitas 3 kWp, biaya pemasangan dapat berkisar antara Rp 30 juta hingga Rp 45 juta. Kapasitas ini ideal untuk rumah dengan konsumsi listrik 500-800 kWh per bulan.
5 kWp: Untuk kapasitas 5 kWp, biaya pemasangan bisa berkisar antara Rp 45 juta hingga Rp 70 juta. Ini cocok untuk rumah yang memiliki konsumsi listrik lebih tinggi, seperti 1000-1500 kWh per bulan.
7 kWp atau lebih: Untuk rumah dengan konsumsi listrik yang sangat tinggi atau untuk rumah yang ingin memiliki sistem PLTS yang lebih besar, biaya pemasangan bisa mencapai Rp 60 juta hingga Rp 80 juta atau lebih.
4. Hemat Biaya dengan Subsidi atau Program Pemerintah
Untuk mendukung penggunaan energi terbarukan, pemerintah Indonesia melalui PT PLN dan lembaga terkait lainnya sering menawarkan program subsidi atau insentif untuk pemasangan PLTS Atap. Melalui program ini, pemilik rumah dapat memperoleh bantuan atau diskon dalam biaya pemasangan.
Selain itu, Program Penggunaan PLTS Atap untuk Rumah Tangga (SPLU) yang diluncurkan oleh pemerintah dapat membantu mengurangi biaya pemasangan. Program ini memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengakses teknologi PLTS dengan biaya yang lebih terjangkau, meskipun jumlah kuota yang tersedia terbatas.
5. Potensi Penghematan Energi dan ROI
Biaya pemasangan PLTS Atap memang cukup tinggi di awal, tetapi dalam jangka panjang, penggunaan PLTS Atap dapat menghasilkan penghematan signifikan pada tagihan listrik rumah tangga. Penghematan tergantung pada konsumsi listrik bulanan dan kapasitas PLTS yang dipasang.
Secara umum, pemilik rumah yang memasang sistem PLTS Atap dapat menghemat antara 70%-90% dari tagihan listrik bulanan mereka, tergantung pada seberapa besar konsumsi energi rumah tangga dan kapasitas sistem yang dipasang. Dengan penghematan tersebut, waktu Return on Investment (ROI) bisa tercapai dalam 5 hingga 7 tahun, setelah itu sistem akan menghasilkan listrik secara gratis, yang akan terus menguntungkan pemilik rumah.
6. Kesimpulan
Pemasangan PLTS Atap di rumah merupakan investasi jangka panjang yang dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil, menurunkan biaya listrik bulanan, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Biaya pemasangan PLTS Atap bervariasi tergantung pada kapasitas sistem, jenis panel surya, biaya instalasi, serta faktor lainnya. Meskipun biaya pemasangan di awal cukup tinggi, penghematan jangka panjang serta adanya insentif atau program pemerintah dapat membantu mengurangi biaya yang harus dikeluarkan.
Sebelum memutuskan untuk memasang PLTS Atap, penting untuk melakukan perhitungan yang cermat mengenai kapasitas yang dibutuhkan, memilih penyedia jasa instalasi yang terpercaya, serta memperhitungkan potensi penghematan listrik yang bisa diperoleh.



