Biaya pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, termasuk ukuran sistem, kualitas komponen, lokasi pemasangan, dan perusahaan penyedia jasa yang dipilih. Secara umum, biaya pemasangan PLTS terdiri dari beberapa komponen utama seperti biaya pembelian panel surya, inverter, struktur pemasangan, instalasi, dan biaya operasional atau perawatan. Artikel ini akan menguraikan rincian biaya pemasangan PLTS untuk kebutuhan rumah tangga dan komersial, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Table of Contents
Toggle1. Jenis Sistem PLTS dan Ukuran Sistem
Biaya pemasangan PLTS sangat dipengaruhi oleh jenis dan ukuran sistem yang dipilih. Untuk kebutuhan rumah tangga, ada beberapa kategori sistem, antara lain sistem PLTS off-grid, on-grid, dan hybrid.
Sistem On-Grid: Sistem ini terhubung dengan jaringan listrik umum. Kelebihannya adalah kelebihan listrik yang dihasilkan dapat disalurkan kembali ke jaringan (dengan mekanisme net metering), dan pemilik rumah hanya perlu membayar biaya pemakaian listrik yang kurang dari yang dihasilkan oleh PLTS. Biasanya, sistem ini lebih murah dibandingkan dengan sistem off-grid karena tidak memerlukan baterai penyimpanan.
Sistem Off-Grid: Sistem ini tidak terhubung dengan jaringan listrik umum, sehingga membutuhkan baterai untuk menyimpan energi yang dihasilkan. Sistem ini lebih mahal karena biaya baterai dan perawatan baterai yang lebih tinggi.
Sistem Hybrid: Menggabungkan kedua sistem di atas, di mana sistem dapat terhubung dengan jaringan listrik dan juga dapat menyimpan energi menggunakan baterai. Biaya pemasangan sistem hybrid ini lebih tinggi dibandingkan dengan sistem on-grid karena adanya tambahan baterai.
Baca Juga: Jasa Pasang dan Komponen PLTS Atap
2. Biaya Pembelian Panel Surya
Panel surya adalah komponen utama dalam PLTS, dan biaya pembelian panel ini sering kali merupakan bagian terbesar dari biaya keseluruhan pemasangan. Harga panel surya biasanya dihitung per watt, dan harga per watt dapat bervariasi tergantung pada merek dan efisiensi panel tersebut.
Pada umumnya, harga panel surya di pasar Indonesia berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 30.000 per watt, tergantung pada kualitas dan merek panel. Misalnya, untuk sebuah rumah dengan kebutuhan listrik sekitar 1.000 watt (1 kWp), Anda akan membutuhkan panel surya sekitar 1.200 watt untuk kompensasi kerugian sistem. Maka, untuk membeli panel surya, biayanya bisa berkisar antara Rp 18.000.000 hingga Rp 36.000.000.
3. Biaya Inverter
Inverter berfungsi untuk mengubah arus searah (DC) yang dihasilkan oleh panel surya menjadi arus bolak-balik (AC) yang dapat digunakan di rumah tangga. Harga inverter biasanya tergantung pada kapasitas dan jenis inverter yang dipilih. Ada dua jenis inverter utama: inverter string (untuk sistem besar) dan mikroinverter (untuk sistem kecil dengan panel surya terpisah).
Biaya inverter bisa berkisar antara Rp 5.000.000 hingga Rp 20.000.000, tergantung pada kapasitas sistem dan merek inverter yang digunakan. Untuk sistem rumah tangga dengan kapasitas 1 kWp, inverter yang dibutuhkan biasanya harganya sekitar Rp 7.000.000 hingga Rp 10.000.000.
4. Struktur Pemasangan dan Komponen Pendukung
Biaya struktur pemasangan meliputi biaya material untuk rangka penopang panel surya dan biaya pemasangan itu sendiri. Struktur ini berfungsi untuk menopang panel surya di atap rumah agar panel dapat berfungsi secara optimal.
Harga struktur pemasangan bervariasi tergantung pada jenis atap dan kompleksitas instalasi. Pada umumnya, biaya struktur pemasangan bisa berkisar antara Rp 3.000.000 hingga Rp 8.000.000. Pada rumah dengan atap datar, mungkin diperlukan tambahan biaya untuk menyesuaikan sudut kemiringan panel surya agar efisiensi sistem bisa maksimal.
5. Biaya Instalasi dan Pemasangan
Biaya instalasi meliputi biaya tenaga kerja untuk memasang panel surya, inverter, serta menyambungkan sistem ke rumah atau jaringan listrik. Pemasangan yang melibatkan atap yang sulit dijangkau atau memerlukan instalasi lebih kompleks bisa menyebabkan biaya instalasi lebih tinggi.
Biaya instalasi sistem PLTS di Indonesia berkisar antara Rp 3.000.000 hingga Rp 10.000.000, tergantung pada lokasi dan tingkat kesulitan pemasangan. Untuk rumah dengan sistem 1 kWp, biaya instalasi biasanya berada di kisaran Rp 4.000.000 hingga Rp 7.000.000.
6. Biaya Baterai (Untuk Sistem Off-Grid dan Hybrid)
Untuk sistem off-grid atau hybrid, baterai penyimpanan menjadi komponen penting dalam menjaga pasokan listrik saat tidak ada sinar matahari. Baterai ini harus memiliki kapasitas yang cukup untuk menyimpan energi yang cukup untuk kebutuhan listrik pada malam hari atau hari hujan.
Harga baterai dapat sangat bervariasi tergantung pada jenis dan kapasitasnya. Baterai jenis lithium-ion, misalnya, lebih tahan lama dan efisien dibandingkan dengan baterai timbal-asam. Biaya baterai berkisar antara Rp 3.000.000 hingga Rp 15.000.000 per unit untuk kapasitas penyimpanan 1 kWh. Untuk sistem off-grid yang membutuhkan kapasitas penyimpanan 5-10 kWh, biaya baterai bisa mencapai Rp 30.000.000 hingga Rp 100.000.000.
7. Biaya Pemeliharaan dan Garansi
Meskipun panel surya dan inverter umumnya memiliki masa pakai yang panjang, sekitar 20-25 tahun untuk panel surya dan 10-15 tahun untuk inverter, pemeliharaan rutin tetap diperlukan untuk menjaga sistem tetap berjalan efisien. Beberapa perusahaan juga menawarkan layanan pemeliharaan tahunan dengan biaya tertentu.
Biaya pemeliharaan tahunan biasanya berkisar antara Rp 500.000 hingga Rp 1.500.000, tergantung pada layanan yang ditawarkan. Beberapa produsen juga menawarkan garansi untuk komponen seperti panel surya (hingga 25 tahun) dan inverter (hingga 10 tahun).
8. Subsidy dan Insentif Pemerintah
Di beberapa daerah, pemerintah menawarkan subsidi atau insentif untuk pemasangan PLTS, baik dalam bentuk pembiayaan, diskon, atau kemudahan prosedural. Pemerintah Indonesia, melalui PLN, juga menyediakan program pembelian kelebihan energi dari sistem PLTS yang dihasilkan oleh pelanggan rumah tangga dengan sistem net metering.
Namun, insentif ini bervariasi tergantung pada kebijakan pemerintah yang berlaku di setiap daerah. Beberapa daerah atau kota besar mungkin memiliki program insentif yang lebih mendukung dibandingkan dengan daerah lainnya.
9. Total Estimasi Biaya
Untuk rumah tangga dengan kapasitas 1 kWp, total biaya pemasangan PLTS bisa berkisar antara Rp 30.000.000 hingga Rp 50.000.000, tergantung pada berbagai faktor yang telah disebutkan di atas. Untuk sistem yang lebih besar (misalnya 3 kWp), biaya pemasangan bisa mencapai Rp 80.000.000 hingga Rp 120.000.000.
Kesimpulan
Pemasangan PLTS dapat menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan bagi pemilik rumah, baik dari segi penghematan biaya listrik maupun dampak positif terhadap lingkungan. Biaya pemasangan dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, namun semakin besar kapasitas sistem yang dipasang, semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan. Pastikan untuk melakukan perencanaan yang matang dan mencari penyedia jasa yang terpercaya untuk mendapatkan harga yang kompetitif dan kualitas yang terbaik.



