Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau panel surya menjadi pilihan yang semakin populer di Indonesia, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun bisnis. Sebelum memutuskan untuk memasang PLTS, penting untuk memahami rincian biaya yang terlibat dalam proses pemasangannya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai biaya pemasangan PLTS secara rinci.
Table of Contents
Toggle1. Biaya Komponen Utama PLTS
PLTS terdiri dari beberapa komponen utama yang diperlukan untuk dapat menghasilkan listrik dari sinar matahari. Biaya komponen-komponen ini sangat bervariasi, tergantung pada kualitas dan merk yang dipilih. Komponen utama dari PLTS adalah:\
Baca Juga : Jasa Pasang dan Komponen PLTS Atap
a. Panel Surya (Solar Panels)
Panel surya adalah komponen utama dalam PLTS yang berfungsi mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Panel surya umumnya dibedakan berdasarkan jenisnya: monocrystalline, polycrystalline, dan thin-film. Panel surya monocrystalline cenderung lebih efisien dan mahal, sementara polycrystalline lebih terjangkau, namun sedikit kurang efisien.
- Harga panel surya: Panel surya dengan kualitas baik berkisar antara Rp 2.500.000 hingga Rp 6.000.000 per panel, tergantung pada kapasitas watt (W). Untuk rumah tangga, biasanya dibutuhkan sekitar 10 hingga 20 panel dengan kapasitas 300W hingga 400W per panel.
b. Inverter
Inverter adalah komponen yang berfungsi untuk mengubah arus searah (DC) yang dihasilkan oleh panel surya menjadi arus bolak-balik (AC) yang bisa digunakan oleh perangkat listrik di rumah. Ada dua jenis inverter yang umum digunakan, yaitu inverter string dan microinverter.
- Harga inverter: Untuk inverter dengan kapasitas 3 kW hingga 5 kW, harganya dapat berkisar antara Rp 5.000.000 hingga Rp 15.000.000, tergantung pada merek dan jenis inverter.
c. Baterai (Opsional)
Baterai digunakan untuk menyimpan energi yang dihasilkan oleh panel surya, agar bisa digunakan saat malam hari atau saat cuaca mendung. Pemasangan baterai ini bersifat opsional, tergantung pada kebutuhan pengguna. Beberapa orang lebih memilih sistem on-grid tanpa baterai, yang memungkinkan mereka untuk menjual kembali kelebihan energi ke PLN (Listrik Negara).
- Harga baterai: Untuk sistem penyimpanan energi dengan kapasitas sekitar 5 kWh hingga 10 kWh, harga baterai dapat mencapai Rp 15.000.000 hingga Rp 30.000.000, tergantung pada jenis dan kualitas baterai.
d. Sistem Penyambungan dan Pemasangan
Selain komponen utama, Anda juga memerlukan sistem penyambungan dan pemasangan yang mencakup kabel, switch, junction box, dan perangkat lainnya untuk memastikan instalasi berfungsi dengan baik dan aman.
- Harga sistem penyambungan dan pemasangan: Biaya untuk sistem ini dapat berkisar antara Rp 5.000.000 hingga Rp 10.000.000, tergantung pada kompleksitas dan ukuran sistem.
2. Biaya Instalasi
Proses instalasi PLTS tidak bisa dilakukan sembarangan karena memerlukan keahlian teknis dan pemahaman tentang sistem kelistrikan. Oleh karena itu, biaya instalasi juga perlu diperhitungkan.
- Biaya instalasi: Untuk rumah tangga, biaya instalasi PLTS berkisar antara Rp 10.000.000 hingga Rp 30.000.000. Biaya ini termasuk pemasangan panel surya, inverter, dan sistem penyambungan.
Instalasi meliputi beberapa tahap, mulai dari survey lokasi, perhitungan daya yang dibutuhkan, hingga pemasangan fisik panel surya dan perangkat lainnya. Pastikan untuk memilih jasa instalasi yang sudah berpengalaman dan memiliki sertifikasi.
3. Biaya Pemeliharaan dan Perawatan
Setelah pemasangan, PLTS memerlukan pemeliharaan dan perawatan rutin untuk memastikan kinerjanya tetap optimal. Perawatan meliputi pembersihan panel surya secara berkala, pemeriksaan kondisi baterai (jika ada), serta pengecekan inverter dan komponen lainnya.
- Biaya pemeliharaan: Biaya pemeliharaan biasanya tidak terlalu mahal. Pembersihan panel surya dapat dilakukan sendiri atau dengan menggunakan jasa, dengan biaya sekitar Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000 per tahun. Untuk pemeriksaan sistem, biasanya dibutuhkan biaya tambahan, sekitar Rp 1.000.000 hingga Rp 3.000.000 per tahun.
4. Biaya Listrik dan Penghematan Energi
Salah satu keuntungan utama dari pemasangan PLTS adalah penghematan biaya listrik bulanan. Dalam jangka panjang, pemasangan PLTS dapat mengurangi tagihan listrik secara signifikan, bahkan memungkinkan Anda untuk menghasilkan listrik secara mandiri dan mengurangi ketergantungan pada PLN.
- Biaya listrik bulanan: Dengan sistem PLTS yang terpasang, Anda dapat mengurangi tagihan listrik bulanan, tergantung pada kapasitas sistem dan konsumsi energi. Jika rumah tangga Anda mengonsumsi sekitar 1.000 kWh per bulan, dengan PLTS, Anda dapat mengurangi biaya listrik hingga 80% hingga 100% dari total tagihan.
Jika sistem PLTS menghasilkan lebih banyak energi dari yang digunakan, kelebihan energi dapat dijual kembali ke PLN melalui program net metering, yang dapat memberikan tambahan pendapatan atau mengurangi biaya tagihan listrik lebih lanjut.
5. Estimasi Total Biaya Pemasangan PLTS
Untuk memberikan gambaran lebih jelas tentang total biaya pemasangan PLTS, berikut adalah perkiraan biaya untuk rumah tangga dengan kapasitas daya 3 kW:
- Panel surya: Rp 30.000.000 (10 panel x Rp 3.000.000 per panel)
- Inverter: Rp 8.000.000
- Baterai: Rp 20.000.000 (opsional)
- Sistem penyambungan dan pemasangan: Rp 8.000.000
- Instalasi: Rp 15.000.000
- Total biaya: Rp 61.000.000 hingga Rp 81.000.000, tergantung pada komponen dan sistem yang dipilih.
6. Pengembalian Investasi (ROI)
Meskipun biaya awal pemasangan PLTS dapat cukup tinggi, investasi ini akan memberikan pengembalian dalam jangka panjang. Dengan penghematan biaya listrik yang signifikan, pengembalian investasi dapat terjadi dalam waktu 5 hingga 10 tahun, tergantung pada besar sistem dan penggunaan energi.
7. Faktor yang Mempengaruhi Biaya
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi biaya pemasangan PLTS meliputi:
- Lokasi: Biaya pemasangan bisa bervariasi berdasarkan lokasi geografis, karena kondisi cuaca dan potensi penyinaran matahari akan mempengaruhi efisiensi sistem.
- Ukuran sistem: Semakin besar kapasitas sistem yang dibutuhkan, semakin mahal biaya pemasangan.
- Merk dan kualitas: Komponen dengan merek terkenal dan kualitas tinggi cenderung lebih mahal, tetapi memiliki masa pakai lebih lama dan efisiensi yang lebih baik.
- Tipe sistem: Pilihan untuk memasang sistem dengan atau tanpa baterai akan mempengaruhi biaya. Sistem on-grid (tanpa baterai) lebih murah dibandingkan dengan sistem off-grid (dengan baterai).
Kesimpulan
Pemasangan PLTS merupakan investasi yang cukup besar di awal, namun dalam jangka panjang dapat menghemat biaya listrik dan bahkan memberikan keuntungan tambahan. Biaya total pemasangan PLTS bisa mencapai puluhan juta rupiah, tergantung pada kapasitas dan komponen yang dipilih. Namun, dengan efisiensi yang semakin meningkat dan insentif pemerintah, pemasangan PLTS menjadi pilihan yang semakin menarik untuk kebutuhan energi bersih dan hemat biaya.



